:.Selamat Datang di Website Resmi Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tarakan, Jl. Jend. Sudirman No. 53 Tarakan 77121 Telp. 0551-32370 Fax. 0551-32081 SMS Gateway : 08115449778 E-mail : perizinan@kppttarakan.id:.
Website Resmi DPMPTSP Selamat Datang di Website Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tarakan Memberi Pelayanan Yang Cepat, Efisien, Ramah, Mudah, Aktif, Terjangkau Good governance Pelayanan Publik Yang Prima  'BAIS' ( Bersih, Aman, Indah, Sehat dan Sejahtera ) kppttarakan.id

2019, BKPM Dorong Insentif Pajak Lebih Agresif

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) Thomas Lembong menegaskan, intensif pajak di 2019 harus lebih agresif. Hal ini perlu dilakukan untuk memperbanyak minat investasi di Indonesia. Dalam data terbaru, pertumbuhan investasi Indonesia di 2018 melambat menjadi 4,1 persen. Padahal, tahun sebelumnya, pertumbuhan investasi sekitar 10 persen. Insentif ini sekaligus menjadi senjata Indonesia agar dapat bersaing dengan negara emerging. "Masih banyak peluang untuk menawarkan insentif yg lebih agresif karena terus terang kita mesti rebutan dengan negara tetangga, dengan negara saingan," ujar Thomas di kantor BKPM, Jakarta, Rabu (7/2/2019). Thomas mengakui, dari segi investasi, Indonesia masih tertinggal dibandingkan Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Saat ini, insentif yang ditawarkan Indonesia antara lain tax holiday sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 35 tahun 2018 yang diteken pada April 2018 lalu. Fasilitas ini telah dinikmati oleh delapan wajib pajak sepanjang. Adapun nilai investasinya mencapai Rp 161,3 triliun. Namun, kata Thomas, capaian itu tentu saja tidak cukup. Ia berharap tahun ini semakin banyak investor asing maupun lokal yang menerima tax holiday dengan jilai proyrk yang besar. "Terus terang kita harus bekerja lebih keras lagi. Ada gelombang awal di 2018, tetapi sudah mulai kendor. Jadi kita mesti keluarin lagi inovasi baru atau terobosan baru untuk mentrigger atau menstimulasi gelombang baru," kata Thomas. Salah satu yang diusulkan yakni adanya fiskal intensif untuk perusahaan yang melakukan pelatihan vokasi kepada pekerjanya. Dengan drmikian, keterampilannya bertambah dan memiliki daya saing yang lebih. Apalagi di era revolusi industri 4.0, pekerja tak hanya bersaing drngan sesama manusia, tapi juga dengan AI dan robotik. "Saya sepakat dengan menperin agar ada insentif fiskal agar mendorong perusahaan lebih banyak keluar uang agar mendidik pekerjaanya terampil digital," kata Thomas. Selain itu ada juga super deduction tax jika perusahaan mengeluarkan uang untuk melatih para pekerja mereka. Perusahaan akan diberi keringanan pajak dari penghasilan mereka. "Itu mekanisme super deduction untuk insentif bagi perusahaan," kata Thomas. 

Sumber : kompas.com

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar