:.Selamat Datang di Website Resmi Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tarakan, Jl. Jend. Sudirman No. 53 Tarakan 77121 Telp. 0551-32370 Fax. 0551-32081 SMS Gateway : 08115449778 E-mail : perizinan@kppttarakan.id:.
Website Resmi DPMPTSP Selamat Datang di Website Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tarakan Memberi Pelayanan Yang Cepat, Efisien, Ramah, Mudah, Aktif, Terjangkau Good governance Pelayanan Publik Yang Prima  'BAIS' ( Bersih, Aman, Indah, Sehat dan Sejahtera ) kppttarakan.id

Pemprov Genjot Dibukanya Jalur Ekspor dari Tarakan

Pemerintah Provinsi Kaltara berencana mewujudkan jalur ekspor langsung dari Tarakan ke luar negeri. Salah satu upaya untuk mewujudkannya yakni dilakukan pertemuan antara perwakilan provinsi denganstakeholder lainnya di ruang rapat kantor Bandara Juwata Tarakan kemarin (8/8).

Beberapa stakeholder tersebut yakni dari perwakilan Bandara Juwata, Pelindo IV Cabang Tarakan, PT Tri-MG Asia Airlines, PT Kaltim Kariangau Terminal. Sementara dari perwakilan provinsi dipimpin langsung Gubernur Irianto Lambrie. Dalam pertemuan awal tersebut, gubernur mengungkapkan ingin memanfaatkan maksimal fungsi Bandara Juwata yang telah berstatus internasional. “Kita sudah boleh melakukan ekspor langsung dari bandara ini. Contohnya seperti pesawat yang terbang dari Ghuangzou, Tiongkok, boleh singgah langsung ke bandara ini. Jika penumpang dari Ghuangzou ingin menuju ke Derawan, tidak bisa turun di Berau karena belum bandara internasional. Jadi harus turun dahulu ke Bandara Juwata. Itu salah satu keuntungan yang kita miliki,” ungkapnya.

Pemanfaatan fungsi bandara ini juga dikatakan gubernur dapat membuka peluang bagi para eksportir yang ada di kaltara, khususnya Kota Tarakan, untuk dapat memanfaatkan ekspor seperti komoditas hasil kelautan dan perikanan, serta beberapa komoditas lainnya melalui pesawat. “Kami juga telah mengundang dari pihak Tri-MG, yang telah berpengalaman selama ini menempuh rute Balikpapan-Singapura-Balikpapan lima kali dalam sepekan. Mereka akan membuka jalur ke Tarakan dengan ongkos yang relatif lebih murah, sehingga akan lebih menguntungkan dibandingkan harus mengekspor dengan cara mengirim barang terlebih dahulu lewat Surabaya ataupun Jakarta,” tuturnya.

Selain itu, juga terdapat manajemen dari pihak PT Kaltim Kariangau Terminal, yang juga dapat mengekspor barang melalui jalur laut, sehingga lebih mudah bagi para pelaku usaha di Kaltara untuk mengekspor barang dari perusahaan ini, karena jarak yang lebih dekat dibanding harus ke surabaya. “Mereka (PT Kaltim Kariangau Terminal) sudah dijadikan sebagai pelabuhan yang dapat digunakan untuk mengekspor, sedangkan di Tarakan (Malundung) belum karena fasilitas yang ada memang belum mendukung,” jelas gubernur. “Selama ini kita mengekspor barang dari Tarakan menuju ke Surabaya lalu ke Jakarta, baru ke negara tujuan. Jadi, daripada harus jauh mutar lagi dan biaya yang dikeluarkan cukup mahal, cukup melalui Tarakan langsung ke luar negeri,” lanjutnya.

Mengenai pelabuhan di Tarakan yang belum berstatus pelabuhan ekspor ini, sudah diusulkan gubernur ke menteri perhubungan secara tertulis agar mendapat persetujuan pusat. Namun, kata gubernur, diakui infrastruktur dan fasilitas pendukung di pelabuhan Malundung belum memadai, sehingga harus menunggu persetujuan dari pemerintah pusat. “Selama belum jadi pelabuhan ekspor, PT Kaltim Kariangau Terminal menawarkan ekspor lewat pelabuhan Kariangau yang jaraknya lebih dekat. Dan mereka juga menjamin untuk angkutan kapal karena mereka sudah punya jaringan. Kebetulan direkturnya saat ini dulunya adalah GM (general manager)-nya PT Pelindo IV Makassar, yang telah berpengalaman meningkatkan ekspor di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Gubernur berharap dari pertemuan tahap awal ini, semua perwakilan dapat menindaklanjuti pembahasan ini, untuk dimantapkan lagi pada pertemuan selanjutnya. “Ini adalah bentuk keseriusan kami untuk mendorong agar fasilitas yang sudah kita miliki ini dapat kita dimanfaatkan untuk peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat kita, sehingga pada akhirnya dapat mewujudkan kesejahteraan di wilayah kita ini,” kata Irianto.

Sementar itu, Kepala Bandara Juwata Tarakan, Syamsul Bandri menuturkan, dari gagasan pemerintah provinsi dan pihak yang terlibat dalam melakukan ekspor, pihaknya menyambut baik. “Saya kira dari pihak bandara sudah tidak ada kendala lagi. Baik proses administrasi dan teknis sudah terpenuhi di bandara ini. Harapannya, saya hanya ingin ini secepatnya dapat terealisasi dengan baik,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Kaltara, Amir Bakry mengatakan, selama ini hasil produk perikanan baik dari darat maupun laut di Kaltara, semuanya diekspor melalui Surabaya, Makassar. Rencananya dengan adanya bandara dan pelabuhan internasional ini, nantinya akan dapat lebih mudah dan murah untuk mengekspor langsung dari Tarakan. “Selama ini kan kita tidak pernah mengekspor, hanya dari luar daerah saja yang dapat mengekspor. Kita sudah ketinggalan beberapa tahun, dan kenapa kita tidak manfaatkan saja fasilitas yang ada seperti bandara Juwata untuk mengekspor,” ungkapnya.

Amir Bakry juga mengatakan kesediaan dari Tri-MG Asia Airlines siap menyediakan pesawat di Bandara Juwata, dan dari pihak PT Kaltim Kariangau Terminal siap menyediakan kapal, sehingga masyarakat Kaltara nantinya tidak akan sulit dalam mengekspor barang ke luar negeri.

Amir juga mengatakan rencana ini juga selaras dengan program Kementerian Kelautan dan Perikanan terhadap rencana 10 pulau terluar dapat melakukan ekspor secara langsung. “Dari program kementerian ini mungkin kita (Kaltara) yang paling cepat merespons. Harapan kami adalah nilai jual budidaya nelayan ini dapat lebih tinggi, sehingga masyarakat dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dari penghasilannya,” tuturnya.

Director Bussines development, PT Tri-MG Asia Airlines, Yusuf Abdurrahman mengatakan, pihaknya siap melakukan penerbangan untuk mengekspor barang. Salah satunya rute ke Singapura, yang menjadi rute permanen dari perusahaan ini. “Jika sebelumnya terbang dari Balikpapan-Singapura saja, nantinya tinggal ditambah Balikpapan-Tarakan-Singapura,” ungkapnya.

Penerbangan yang ditawarkan ini juga akan ditawarkan dengan pengeluaran cost yang sangat minim. Yakni hanya 8.000 dollar Amerika per jamnya. Sedangkan jam terbang dari Balikpapan-Tarakan-Singapura, dapat ditempuh hanya dalam waktu kurang lebih tiga jam saja. “Dapat dibandingkan dengan penerbangan lain yang jarak tempuhnya jauh. Seperti kemarin ada ekspor kambing dari Surabaya ke Kuala Lumpur, yang membutuhkan cost per jam sekitar 35.000 dollar Amerika. Kan itu jauh lebih mahal,” jelas Yusuf.

Jika kaltara telah siap, lanjut Yusuf, maka pihaknya akan segera mengembangkan usaha ini ke Kaltara. “Jadi akan berlangsung proses simbiosis mutualisme, yaitu proses yang saling menguntungkan antara beberapa pihak, seperti kami dan pemerintah serta para pelaku pengusaha sebagai pihak eksportir,” jelasnya. 

Sumber : http://kaltara.prokal.co/

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar